Berita Unik - Rudolp Valentino, Aktor Simbol Seks Era 1920an


Berita Unik - Seorang aktor Amerika keturunan Italia menjadi terkenal karena membintangin beberapa film bisu terkenal pada 1920an, termasuk The Four Horsemen of the Apocalypse, The Sheik, Blood and Sand, The Eagle dan The Son of the Sheik. Rudolph Valentino bahkan menjadi ikon pop dan simbol seks pada masanya dan dikenal sebagai latin pecinta dan menggaet ribuan penggemar.

Ketika ia meninggal dunia pada usia 31, terjadilah histeria besar-besaran yang malah semakin menjelitkan statusnya sebagai ikon. Valentino bahkan dipuji karena ketampanan maupun karismanya sejak masih anak-anak. Ibunya mencintainya, tapi ayahnya keras terhadapnya. Ia berprestasi buruk di sekolah dan tidak mendapatkan pekerjaan di Italia atau Paris, kota yang juga pernah ditinggalinya.

Ia pergi ke Amerika Serikat pada 1913, tapi ketenarannya tidak datang mendadak. Valentino kehabisan uang dan menggelandang di jalanan New York. Ia melakukan kerja serabutan berbayar rendah agar bisa makan. Di suatu masa, ia pernah menjadi sopir taksi, kemudian dipekerjakan untuk menari bersama pelanggan di gedung pertunjukan tarian taksi yang populer di seluruh Amerika di awal abad ke 20.

Valentino memimpikan karier di bidang hiburan. Kala itu sinema masih berupa film bisu. Ia kemudian berkelana ke Los Angeles dan gencar mencari peran. Dengan segala upaya, ia mendapatkan peran sebagai tokoh jahat karena tampilannya yang sangat tidak biasanya di Amerika. Karena tidak puas dengan peran itu, Rudolph Valentino kembali ke New York dan tinggal bersama teman di Greenwich Village hingga ia bertemu dengan sinematoragrafer Prancis bernama Paul Ivano.

Nasibnya berubah. Dalam waktu singkat, ia mendapat peran dalam The Four Horsemen of the Apocalypse, sebuah film berdasarkan novel karya Vicente Blasco Ibanez. Ia memang menyenangi buku tersebut, sehingga ketika Metro Pictures membeli hak tayang, ia bergegas ke studio. Valentino mendapat peran sebagai Julio Desnoyers dalam Four Horsemen of Apocalypse yang terbit pada 1921 dan langsung menjadi sukses secara komersial dan kritikal.

Film itu juga pertama meraih US$ 1 juta di box office dan tentunya membuka jalan kesuksesan bagi Valentino. Film-film lain menyusul. The Sheik, misalnya, dianggap sebagai film paling terkenal yang diperankannya.

Pada 15 Agustus 1926, hanya semapt 5 tahun mencicipi ketenaran, Valentino ambruk di sebuah hotel di New York City. Ia masuk rumah sakit dan memerlukan bedah segera karena inflamasi usus buntu dan tukak lambung. Kondisinya tidak membaik setelah pembedahan dan malah memburuk, sehingga para dokter menyadari dia akan meninggal pada Senin pagi, 23 Agustus, bahkan sempat berbincang dengan para dokter tentang masa depannya.

Tapi, ia meninggal dunia beberapa jam kemudian pada usia muda 31 tahun. Pengumuman kematiannya memicu kehadiran sekitar 100 ribu orang di jalanan New york saat pemakamannya. Jasadnya dibawa ke Gereja Katholik Saint Malachy, dan bahkan ada sejumlah wartawan yang menuduh jasad itu sebagai tipuan. Hal tersebut dibantah sepenuhnya oleh pihak penyelenggara pemakaman.

Orang-orang bahkan memecahkan kaca-kaca jendela karena ingin masuk ke gereja untuk melihat jasadnya. Ada sejumlah laporan yang menyebutkan beberapa wanita melakukan bunuh diri. Ketika suasana semakin tidak terkendali, lebih dari 100 petugas dikerahkan untuk menenangkan keadaan. Aktris pola Negri dari Polandia, yang mengaku sebagai tunangan Valentino, pingsan di tengah suasana histeria ketika ia sedang berdiri di samping peti mati.

Jasad Valentino kemudian dibawah lintas negeri dengan kereta api. Layanan pemakaman ke dua di lakukan di Pantai Barat, tapi tidak ada pengaturan penguburan akhir. Temannya, June Mathis, menawarkan lubang makam yang dibelinya sebagai solusi sementara. Hingga sekarang lubang makam itu tetap ada di Hollywood Forever Cemetry di Hollywood California.

Berita Unik lainnya : Kisah 8 Orang Yang Tinggal Bersama Jenazah




0 comments:

Note: Only a member of this blog may post a comment.