Berita Unik - 8 Hewan Penah Memakan Jasad Manusia, Bahkan Majikannya Sendiri



Berita Unik - Setiap mahkluk selalu ada kasus-kasus menyantap jasad manusia. Hal itu bukan sekedar legenda. Ada hewan-hewan peliharaan yang kemudian menyantap jasad majikannya setelah suatu peristiwa tragedi, misalnya. Bahkan kejadian ini juga berlangsung di tempat-tempat yang seharusnya steril, seperti di rumah sakit.

Semua kisah demikian terdengar menurunkan martabat manusia. Tapi bagi pemangsa, daging adalah daging. Berikut ini adalah 8 kejadian hewan pemangsa jasad manusia karena berbagai sebab :


1. Tikus Pemangsa Jenazah, pada 18 Juli 2014, Donis Kennard memenangkan gugatan US $237 ribu terkait dengan stres emosional akibat tikus-tikus pemakan bangkai yang berkeliaran di Providence Hospital di Washington, DC. Wanita itu adalah tenaga kerja kontrak untuk memandikan jenazah. tapi ia malah berurusan dengan tikus-tikus yang menggigiti jasad-jasad yang sudah dimasukkan dalam kantung.

Pada 2010, ia harus dibawa ke rumah sakit karena serangan tikus setelah ia menarik ekor yang dikiranya pembalut wanita dari kelamin jasadnya. Mesin pendingin yang rusak menyebabkan tikus muncul dari tempat sampah dekat fasilitas jenazah.

Pihak pengacara Providence Hospital menyatakan mengajukan banding. Tapi, bukti yang ada mendukung klaim pelapor bahwa pihak rumah sakit memalsukan laporan untuk menutupi keadaan memprihatinkan itu selama beberapa dekade.


2. Pemakan Jasad Di Sungai Gangga, Sungai Gaangga di India memiliki masalah dengan jasad-jasad manusia. Menurut tradisi Hindu, keselamatan datang dengan cara kremasi sepanjang sungai suci. Tapi seringkali jasadnya tidak terbakar habis.

Keluarga yang tidak punya dana membuang jasad begitu saja ke dalam sungai. Setiap hari, ratusan jasad ditaruh di sungai, demikian juga 50 ton abu kremasi. Pada 1980, pemerintah India mencari cara mengatasi masalah itu dengan menebarkan kura-kura pemakan bangkai, Trionyx gangeticus, yang kerap dikenal mengerubungi jasad kremasi. Investasi 25 ribu makhluk tersebut bernilai sekitar US$ 32 juta.

Kura-krua itu dibesarkan dengan umpan ikan mati agar mereka tidak mencoba mencicipi yang masih hidup. Kira-kira 10 kura-kura dapat melahap jasad manusia itu menjadi tulang belulang dalam waktu 2 hari. Namun demikian salah urus dan korupsi mengganggu rencana itu sejak awal. Tidak ada yang memantau kura-kura itu sehingga mereka ditangkapi hingga habis.


3. Kerumunan Anjing Peliharaan, pada November 2015, pihak berwenang negara bagian Arkansas mendapati hampir 50 anjing ganas pemakan jasad yang sedang menjaga kudapan mereka, yaitu jasad manusia bekas pemilik mereka. Ketika tiba disana, pihak berwenang tidak bisa mendekati trailer tempat tinggal korban.

Pengawas satwa Reta Tharpe terpaksa menembak mati 9 anjing supaya bisa mencapai jasad berusia 65 tahun yang meninggal karena mengidap hepatitis C. Karena tidak banyak pilihan, 46 anjing peliharaan itu akhirnya mencari makanan yang ada, yaitu jasad bekas pemilik yang semasa hidupnya berurusan dengan hukum terkait peliharaan segerombolan besar anjing.

Ancaman sesungguhnya adalah kalau anjing-anjing itu mulai berkeliaran ke rumah-rumah di sekitarnya. Anjing-anjing itu harus ditolong atau di selamatkan. Pada akhirnya, 27 anjing harus ditembak mati.


4. Buaya Penyantap Jasad, pada Mei 2016, polisi negara bagian Florida menemukan sepasang buaya besar dan kecil sedang menyantap jasad manusia di tepian Everglades setelah seorang nelayan mengadu kepada pihak berwenang. Jasad-jasad itu sepertinya sudah ada di kanal untuk kurun waktu cukup lama.

Tapi tidak bisa ditentukan jenis kelaminnya. Buaya-buaya itu telah menghabiskan bagian tengah mayat tersebut. Menurut Kapten Davide Eagle dari kepolisian Davie, petugas memandangnya sebagai pembunuhan hingga terbukti tidak demikian.

Mayat itu dibawa pergi dari kanal sekitar pukul 22.00 malam dengan bantuan tim penyelam, sementara para petugas bersiap dengan senjata AR-15 untuk berjaga-jaga. Menurut juru bicara komisi Perikanan dan Alam Liar Florida, terlalu dini untuk menyimpulkan apakah buaya-buaya itu memang pembunuhnya, atau sekedar menyantap jasad yang sudah tewas sebelumnya.


5. Pria Lumpuh Menjadi Mayat Hidup, pada 30 Desember 2015, pihak berwenang menemukan seorang lumpuh yang terlantar menjadi mayat hidup yang sedang disantap belatung. Polisi di COncord mendapat laporan adanya pria berusia 36 tahun yang kesulitan bernapas.

Ketika tiba di tempat kejadian mereka mendapati Mark Fulgham berbaring diranjangnya  sedang menimpa tinjanya sendiri dan dikerumuni kecoak, lalat-lalat mati di langit-langit dan dengan busuk menyengat. Menurut pihak berwenang apartemen itu tidak layak huni.

Pria itu tidak bisa bicara atau bernafas dan belatung-belatung menempel di lecet-lecet sekujur tubuhnya, Ia pun meninggal dunia. Polisi mendakawa Dormanicia Lawson (37), istri korban dengan kelalaian menyebabkan kematian dan penyesahan anak. Menurut laporan, wanita itu tinggal bersama suaminya dan dua putra pengidap autisme parah berusia 11 dan 19 tahun. Dalam peradilan, Lawson mengaku dirinya lelah dan stres.


6. Kucing Peliharaan yang Kelaparan, pada Agustus 2013, polisi mengungkapkan bahwa beberapa kucing peliharaan Janet Veal di Inggris telah menggerogoti jasad wanita itu yang telah tergelatk dalam dapur rumah selama beberapa Minggu. Para tetangga mengadu kepada pihak berwajib setelah mengamati kotak pos Janet Veal yang berlimpah surat.

Setelah memanjat dan masuk melalui jendela tak terkunci di lantai dua, polisi menemukan rumah yang jorok dan kurang udara dan dipenuhi sampah. Ada beberapa mayat hewan peliharaan, termasuk 1 kucing dan 1 anjing. Ada juga beberapa kucing yang masih hidup.

Jasad yang telah kehilangan beberapa bagian tubuh itu telah terurai sehingga menyulitkan penyebab kematian. Ahli patologi Dr. Vipul Foria berpendapat bahwa kematian mungkin disebabkan oleh bronkhitis. Korban sendiri telah berpisah dari suaminya lebih dari 1 tahun dan kemungkinan besar karena penyakit paru tersebut.


8. Kejutan Hiu Macan, pada November 2014, seorang nelayan Filipina bernama Bodoy Gorgod (48) menangkap hiu macan diantara Camiguin dan pulau Bohol. Ternyata ada kepala manusia di dalam lambung hiu. Kepala itu sudah setengah dicerna. Karena amat jijik, ia meninggalkan hasil tangkapannya, kecuali rahang dan sirip.

Berdasarkan ukuran gigi hiu, penyelam Jake Miranda menduga hiu itu berukuran 3,6 meter dengan berat 660 kilogram, tapi identitas korban tetap tidak ketahuan. Ada yang menduga bahwa korban mungkin salah satu penumpang yang hilang dari feri MV Maharlika 2 yang tenggelam September sebelumnya. Saat itu masih ada 2 penumpang pria yang hilang.

Perry Santillana, istri nelayan tersebut, bersikeras membuang rahang hiu karena merasa arwah korban akan menghantui mereka. Hiu macan bukanlah salah satu satwa dilindungi di Filipina.




0 comments:

Note: Only a member of this blog may post a comment.