Berita Unik - Kejadian Lucu, Seorang Pemuda Terjebak Pemerasan Seksual Melalui Skype


Berita Unik - Suatu malam, seorang pemuda Palestina yang tinggal di luar negeri menjadi korban pemerasan seksual di dunia maya. Pelakunya menggunakan dua hal untuk menjeratnya: kamera dan 'perempuan cantik' .Siapa identitas sang pemuda yang jadi korban tak diungkap. Sebut saja namanya samir. Korban mengaku seorang gadis memintanya untuk jadi teman di Facebook.

Ia tak merasa aneh, sebab, sebelumnya banya permintaan serupa yang dilayangkan kepadanya dari orang-orang yang tak dikenal atau mereka yang pernah hadir di masa lalu. Teman barunya itu rajin mengirim pesan bahkan terang-terangan mengaku tertarik padanya. Korban pun mengecek profilnya, "Dia terlihat 'hot'," kata Samir.

Dari Facebook, perbincangan lewat teks pindah ke Skype. Gadis itu mengaku berusia 23 tahun, yatim piatu, dan tinggal bersama kakak perepuannya di Sidon, Lebanon. Setelah berbincang-bincang, sang gadis mengaku punya hobi tak biasa: seks. "Kupikir...itu menarik," kata Samir.

Namun, keduanya tak sampai saling tatap di layar komputer. 'Gadis' itu hanya bersedia mengobrol melalui pesan teks Skype. Alasannya, "agar tak ketahuan kakak perempuannya". Kian lama obrolan makin panas. Sejurus kemudian, menyadari bahwa Samir telah terangsang, lawan bicaranya itu meminta Samir menunjukkan kemaluannya.

'Gadis' itu pun membalas dengan menyiarkan dirinya sedang melakukan masturbasi. Samir tergoda dan ikut melakukan masturbasi, bahkan dengan memperlihatkan wajah seperti diminta oleh lawan bicaranya di seberang sana, sambil tidak lupa menanyakan pekerjaan Samir.



Sekitar 1 jam kemudian, Samir mendapatkan pesan ancaman melalui Facebook. Pelaku mengancam akan menyebarkan videonya sedang bermasturbasi kepada teman dan kerabat yang tercantum di Facebook. Samir diminta membayar uang senilai 5000 euro. Korban pun segera menghapus "wanita" itu dari dalam daftar kontak Skype.

Namun, tak lama kemudian muncul pesan melalui WhatsApp. Samir bukan satu-satunya korban. Kelompok pemeras memang mengincar pria, juga para wanita yang diduga berasal dari kalangan masyarakat paling konservatif di dunia. Caranya, memeras dengan memanfaatkan rasa malu.

Samir mencoba melawan dan menantang pelaku itu untuk mengunggah video dirinya sedang bermasturbasi melalui Skype. Ia berpikir, kiriman ke rekan-rekannya mungkin akan diseleksi oleh Facebook. Tapi, pelaku kemudian menggunakan WhatsApp untuk mengirimkan suatu tautan (link) ke laman YouTube. Samir melawan dengan mengadukan konten pornografi ke situs berbagi media, berulang kali.

Terbayang oleh Samir jika para teman dan kerabat sempat menonton video dirinya sedang melakukan masturbasi. Apalagi jika tayangan itu sempat ditonton ibunya. Setelah video itu ditarik Samir mengira ia telah bebas. Apalagi, ia bukan korban yang memiliki uang yang cukup untuk diperas.

Pelaku itu pun sesumbar, "Kamu kira saya tidak mengincar para pria kaya di negara-negara Teluk? Tentu saja saya melakukan itu. "Kamu beruntung, dari laman Facebookmu aku mengetahui bahwa kamu belum menikah. Kalau bukan demikian, aku akan meminta jauh lebih banyak."

Baca juga : Berita Unik (Siapa Berani Melihat Rekaman CCTV ART Di Singapura Ini?)




0 comments:

Note: Only a member of this blog may post a comment.