Berita Unik - 7 Pertarungan Tragis Antara Manusia vs Hewan Buas


Berita Unik - Kehidupan modern terasa mudah. Orang sekarang tinggal dengan nyaman di perkotaan dan terlindung dari panas dan paparan alam lainnya. Namun, di masa lalu tidak demikian. Ganasnya alam selama ribuan tahun lalu membuat manusia rentan, lemah dan takut.

Terutama jika hidup berdekatan dengan alam liar. Manusia tidaklah seaman itu. Masih ada hewan-hewan pemangsa yang keluar dari hutan dan kemudian memangsa manusia. & kisah pergulatan mengerikan antara manusia dan hewan-hewan buas :


1. Pengantin baru dan serigala pada Maret 1911, suatu pernikahan yang dihadiri 120 orang di desa Obstipoff, Rusia berubah menjadi area pembantaian. Selesai uoacara, rombongan akan berangkat dengan sejumlah kereta berkuda ke resepsi di Taskhend yang berjarak 32 kilometer.

Mendekat Tashkend, kuda-kuda menjadi gelisah dan rombongan merasa ada yang menguntit . Ternyata, disekitar mereka, ada ratusan serigala sedang mendekat dari pegunungan di sekitar.

Setiap orang pria, wanita dan anak-anak yang berada di kereta kuda paling belakang telah menjadi korban. Gerombolan serigala itu menyerang kereta demi kereta ke arah depan rombongan hingga akhirnya tersisa kereta kuda pasangan pengantin yang bersama dengan 2 pria dewasa lain.

Dua pria itu mengusulkan agar pasangan pengantin menjadi umpan. Pengantin pria terhenyak dan berusaha melindungi istrinya, namun keduanya pun menjadi santapan serigala-serigala pada hari pertama mereka sebagai suami istri. Dua pria lainnya selamat, tapi terus menanggung rasa bersalah seumur hidup.



2. Melawan Hiu, pada 2001, Jessie Arbogast (8) sedang bermain bersama sepupunya di perairan dangkal di pantai Santa Rosa Island, negara bagian Florida, ketika seekor hiu menyerang. Mendengar jeritan anak itu, pamannya, Vance Flosenzier bergegas masuk ke air, mencengkram hiu itu dan menariknya menjauh dari keponakannya, tapi lengan anak itu putus karena tersangkut dalam tenggorokan hiu.

Istri Vance kemudian membawa anak-anak itu ke tempat aman, sementara Vance memegang ekor hiu dantak mau melepaskannya, karena ada anak-anak lain yang dalam bahaya. Memegang ekornya, Vance menyeret hiu 91 kilogram ke tepi dan ia dibantu oleh para penjaga pantai.

Hiu ditembak 4 kali dan mulutnya dibuka secara paksa untuk mengeluarkan lengan Jessie. Vance menggunakan handuk-handuk untuk menghentikan pendarahan keponakannuya dan membawanya ke rumah sakit. Anak itu hampir kehabisan darah hingga menderita cacat permanen pada otak, tapi untunglah lengannya bisa disambung kembali.



3. Singa Pemakan Manusia, selama 2 tahun, rumah-rumah dekat distrik sungai Rufiji diganggu oleh seekor singa pemakan manusia yang dijuluki Osama, seperti nama teroris. Setidaknya 35 orang meninggal dunia menjadi korban singa yang jarang menyerang di tempat terbuka itu.

Osama menembus tembok-tembok rumah yang terbuat dari lumpur dan menunggu di atap jerami. Ia menyergap korban di antara rahang dan menyeretnya menjauh untuk disantap. Di Tanzania, hal itu lumrah saja. Ada sekitar 200 orang dibunuh oleh hewan setiap tahunnya dan serangan Osama bukan yang pertama kalinya. Ia diduga dilatih oleh induk betinanya yang dulu juga memangsa warga desa.

Tapi tidak ada yang menyamai prestasi Osama sehingga ia menjadi simbol bahaya bagi rumah-rumah di sekitarnya. Setelah beberapa kejadian, disimpulkanlah bahwa Osama memiliki geraham yang retak dengan bengkak besar di belakangnya sehingga ia memilih untuk memangsa manusia yang tubuhnya relatif lebih lembek.



4. Kakek dan Macan Gunung pada 1951, seorang pria berusia 62 tahun bernama Ed McLean tinggal sendirian di gubuk berjarak 10 kilometer dari keramaian. Suatu hari ia sedang membelah kayu bakar dan melihat seorang macan gunung mengawasinya sehingga iapun bergegas masuk rumah.

Ia mengintip keluar dan melihat hewan itu masih mengawasinya. McLean menduga cahaya dalam rumah menarik perhatian sehingga ia mematika lenteranya. Tai hewan itu malah menyerang dalam kegelapan dan menggigit siku pria itu, lalu menjatuhkannya ke lantai.

McLean berhasil berada di ats hewan itu dan menyeretnya ke meja dapur dan mengambil pisau dapur dengan tangan kirinya. lalu menikam tenggorokan macan gunung itu hingga hewan itu berhenti bergerak.

Ia kemudian lari menembus musim dingin hanya dengann pakaian dalamnya, menuju perahu dayung 2 jam hingga tiba di peradaban terdekat. Ketika bertemu suatu gubuk, ia berseru minta tolong, tapi tidak ada disana. Ia pingsar di depan pintu dan terbaring sekarat selama 8 jam hingga akhirnya ditemukan seseorang dan ia pun selamat.



5. Ditelan Kuda Nil, Paul Templer adalah seorang pemandu di sungai dan membawa para turis ke sungai Zambezi, mendekati air terjun Victoria. Suatu hari, seekor kuda nil menyerang dari bawah perahu pemandu lain dan menerjang salah satu turis bernama Evan ke dalam air.

Templar berteriak kepada kelompoknya agar sembunyi di hamparan batu di dekatnya sementara ia mendayung mendekati Evans dan berhasil meraih tangan temannya. Saat itu, ia merasa gelap dan berlumuran lendir. Ternyata ia masuk dalam mulut seekor kuda nil yang mengoyak menggunakan gigi-giginya.

Hewan itu melemparnya ke udara, menangkapnya lagi dan mempermainkannya di mulut, seperti seekor anjung sedang mempermainkan mainan, lalu menyeretnya ke dasar sungai. Templar bisa melihat darah mengalir keluar dari tubuhnya, tapi kemudian hewan itu memuntahkannya sehingga seorang oemandu lain bisa menariknya ke sebuah kayak dan mendayung ke tempat aman.

Saat itu ada 40 luka sobek di sekujur tubuhnya dan lengan kirinya remuk seperti bubur, tapi untunglah pihak medis berhasil menyelamatkannya. Evans tidak selamat dan jasadnya baru ditemukan 2 hari sesudah kejadian setelah terseret arus sungai.



6. Nenek melawan Beruang, nenek tegar bernama Suer Aikens sedang sendirian di tempat perkemahan Kavik River Camp, sekitar 800 kilometer jaunya dari kita terdekat dan 13-0 kilometer dari jalan terdekat. Ia menghabiskan banyak waktunya disana tempat yang dimana orang harus nyaman dengan kematian mereka.

Pada 2007, di suatu pagi musim dingin, ia pergi ke sungai untuk mengumpulkan air dan tidak sadar ada beruang grizzly sedang menunggunya dengan cara bersembunyi dalam sungai dan kemudian melompat ketika nenek itu mendekat, lalu menyeretnya.

Beruang itu memuntir badan sang nenek dan menggigit kepalanya. Aikens berdiam dan berpura-pura menyerah. Ia belakangan menjelaskan keputusannya, Gerakan apapun akan dianggap sebagai tantangan. Terimalah apa yang terjadi dan katakan "Baiklah, kamu memang besar.." Ketika beruang itu melepasnya, ia kembali ke perkemahan dan membalut dirinya.

Luka-lukanya cukup serius dan katanya, "Saya harus menjahit sendiri kepala saya." Tapi urusan belum selesai. Ia kembali ke sungai dengan membawa senapan dan menembak beruang itu hingga mati. Ketika hewan itu mati, barulah ia merasakan sakit ayng dialaminya, lalu pingsan dan tidak bisa bergerak lagi. Kemudian seorang pilot melihatnya dari udara dan menolongnya setelah 10 hari terbaring sendirian di samping beruang yang baru saja dikalahkannya.



7. Serangan Hiu USS Indianapolis pada 28 Juli 1945, menjelang akhir perang dunia II, kapal perang USS Indianapolis membawa kargo yang mengubah dunia, yaitu komponen-komponen untuk bom atom pertama yang kemudian dijatuhkan di Jepang. Pengiriman berhasil dilakukan dan kapal itu kembali menunggu ke Teluk Leyte untuk menunggu perintah invasi ke Jepang.

Mereka tidak pernah tiba karena diserang oleh kapal selam Jepang dalam perjalanannya kembali. Torpedo yang diluncurkan menghantam tangki bahan bakar pesawat sehingga menimbulkan ledakan berantai yang meledakkan kapal itu hingga terbelah dua.

Para awak yang selamat belum aman karena darah dari para wak yang meninggal memancing kedatangan hiu-hiu yang kemudian memangsa jasad-jasad, tapi kemudian menyerang para awak yang masih hidup. Para awak yang terluka tidak bisa ditolong dan menjauhkan hiu dari mereka yang masih sehat.

Selama berhari-hari, apra awak menunggu dalam sekoci-sekoci penyelamat dan beberapa orang meninggal dunia karena sengatan panas, kehausan, atau jatuh ke air dan disambar hiu. Beberapa korban tanpa sengaja menyeret rekan-rekannya mencoba menarik korban dari laut. Setelah 4 hari dikelilingi gerombolan hiu, barulah mereka ditemukan oleh sebuah pesawat terbang. Dari 1.196 awak, hanya 317 yang tersisa.





0 comments:

Note: Only a member of this blog may post a comment.